assen46

assen46 Jina Maggo

05/06/2026
01/06/2026

31/05/2026

*Selamat Hari Raya Waisak 2570 TB / 2026*

*"Menebar Cinta, menumbuhkan perdamaian dunia"*

Gaung dan pancaran damai - welas asih Waisak berkumandang ke segala penjuru dunia...
Membawa berkah kebahagiaan, kesuksesan dan kedamaian untuk kita semua...
Sabbe satta bhavantu sukhitatta...
Saddhu... 3x

27/05/2026

Ketika Orang Menghalangi Kita Berbuat Baik.

Dalam hidup, kadang yang paling menyakitkan bukan dimusuhi saat berbuat jahat, tetapi justru saat ingin berbuat baik.
Misalkan ada orang yang:
• ingin aktif di vihara malah dijatuhkan,
• ingin membantu orang tua malah diprovokasi,
• ingin berdana malah dicemo'oh,
• ingin berubah jadi lebih baik malah ditertawakan.
Akhirnya kebajikan yang tadinya ingin dilakukan jadi batal.

Apakah Kebajikan jadi Sia-Sia?
Tidak sepenuhnya.
Dalam ajaran Buddha, niat baik itu sendiri sudah bernilai.
Kalau seseorang benar-benar tulus ingin berbuat baik, batinnya sebenarnya sudah menanam karma baik, walaupun akhirnya gagal dilakukan.

Misalnya:
sudah berniat membantu, sudah menyiapkan uang, sudah punya hati tulus, tetapi dihalangi orang lain.
Maka kebajikan itu tidak hilang total.
Memang hasilnya mungkin tidak sebesar kalau benar-benar terlaksana, tetapi batin baik yg muncul tetap meninggalkan jejak karma baik.
Orang yg menghalangi kebajikan menanam karma buruk, Ini yang sering tidak disadari.

Saat seseorang membuat orang malas ke vihara, membuat orang batal berdana, menjatuhkan semangat orang atau senang melihat orang gagal berbuat baik, sebenarnya ia sedang menanam karma buruk untuk dirinya sendiri. Karena ia bukan cuma menyakiti orang, tetapi juga merusak kesempatan baik yg sedang tumbuh.
Apalagi kalau dilakukan atas dasar iri, dengki, khawatir tersaingi, tidak s**a melihat orang berkembang atau ingin orang lain tetap lebih rendah dimata orang lain. Karma seperti ini berat di batin.

Tentang “Ahosi Karma”
Kadang ada kebajikan yg memang akhirnya tidak sempat berbuah sesuai harapan.
Dalam Buddhisme ada istilah ahosi karma (karma yg kehilangan kesempatan untuk berbuah.)
Ibarat benih sudah ditanam, tetapi tidak sempat tumbuh karena kondisi rusak.
Contohnya:
seseorang punya kesempatan besar berbuat baik, tetapi terus dihalangi, lama-lama patah semangat, akhirnya kesempatan itu hilang, menyedihkan.
Tetapi bukan berarti semua karma baiknya lenyap begitu saja. Karena batin baik yang pernah muncul tetap meninggalkan bekas.

22/05/2026

19/05/2026

Birthday Party with Gangster Cinta Budaya XI

17/05/2026

Pelimpahan jasa dari Chieca

Address

Kisaran
21272

Telephone

+628126229222

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when assen46 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share